Bancakan...makan dengan rasa eksotisme tradisional

Rabu lalu...dinas ke Bandung
Lepas dinas menyambangi dosen Matematika ITB, SOPnya adalah makan siang.
Dari sekian banyak rekomendasi akhirnya kita makan di Resto Bancakan...karena saya tidak familiar dengan Bandung walhasil ga bisa kasih info di jalan apa.
Yang pasti karena jam makan siang, resto itu penuh.
BMW, Mercy, Camry...you name it
Memasuki dalam bangunan langsung disambut aura tradisional.
Pengunjung dihadapkan sama tungku kayu besar di ujung ruangan...antrian sangat panjang.
Bentuk meja dan kursinya sederhana aja, seperti batangan balok yang dijadikan satu, tingginya pun tidak lebih dari 1 meter.Hanya untuk makan dan tidak diperuntukkan buat mereka yang ingin chatting...hehehe
Ternyata makanannya diambil sendiri...pengunjung bebas memilih mau makan apa
Semua makanan adalah makanan tradisional sunda...sebut aja deh semuanya, pasti ada!
Yang lebih menyenangkan buat saya adalah piring dan gelasnya...
Piring dan gelasnya terbuat dari semacam seng/besi...apalah namanya. Betul2 mengingatkan saya akan masa kecil saat saya makan di rumah nenek.
Makan nikmat dinikmati bertiga...nasi timbel, sambal terasi,lalapan, lauk pauk plus segelas goyobod yang masih terasa asli...hehehhe
Harga 44ribu untuk makan bertiga untuk makan makanan yang sangat tradisional dirasa sangat sangat memuaskan. Sebanding dengan nilai memori yang berhasil dibangkitkan.
Kayaknya lain kali aku musti mampir lagi nih.
Komentar