We play "Old Lady"...
Beberapa jam lalu kita bermain kartu...
anak-anak, aku, Tia, Adam...
Kartu ini baru kita beli sore tadi, satu set permainan sih sebenarnya, tapi ini permainan yang baru kami kenalkan pada anak-anak, Menurut judul di petunjuk namanya "Old Lady".
Permainannya seperti ini:
Kartu dibagi habis ke semua peserta, tugas kita mencari pasangan kartu yang sama.
Kita akan mengambil satu kartu dari orang di sebelah kanan kita, sebelumnya orang di sebelah kanan akan mengambil satu kartu dari tangan kita, dst...dst...
Yang kalah ialah orang yang masih memegang kartu "Old Lady"...
Masalahnya ... Shasy menjerit begitu melihat kartu karakter "Old Lady"
Dia tidak suka dengan tampangnya yang terlihat dan terkesan bengis (memang tokoh antagonis kok)
Dia menangis dan sedikit tantrum begitu dia mencabut kartu dari Tia dan mendapat kartu itu...hebohlah kita! Dia menolak melanjutkan permainan...(tanpa berhenti menangis)
hehehe...satu sisi, lucu juga melihat dia seperti itu.
Aku pikir itu karena kita menerapkan peraturan "bersalah" pada saat memegang kartu tertentu. Seharusnya kita bermain sesuatu yang bersifat kompetisi dibanding melekatkan sebuah objek yang akan membuat anak merasa jadi "pecundang".
Mungkin untuk anak seusianya...Shasy belum bisa menanggung rasa itu
The feeling of humiliation
the feeling of loosing
the feeling of embarrasement
Sebentar...apakah perasaan ini harus kita ajarkan kepada mereka?
Apa ini merupakan salah satu "kecakapan hidup"?
Kalau iya...gimana cara mengajarkannya ya tanpa membuat mereka menjadi tantrum?
anak-anak, aku, Tia, Adam...
Kartu ini baru kita beli sore tadi, satu set permainan sih sebenarnya, tapi ini permainan yang baru kami kenalkan pada anak-anak, Menurut judul di petunjuk namanya "Old Lady".
Permainannya seperti ini:
Kartu dibagi habis ke semua peserta, tugas kita mencari pasangan kartu yang sama.
Kita akan mengambil satu kartu dari orang di sebelah kanan kita, sebelumnya orang di sebelah kanan akan mengambil satu kartu dari tangan kita, dst...dst...
Yang kalah ialah orang yang masih memegang kartu "Old Lady"...
Masalahnya ... Shasy menjerit begitu melihat kartu karakter "Old Lady"
Dia tidak suka dengan tampangnya yang terlihat dan terkesan bengis (memang tokoh antagonis kok)
Dia menangis dan sedikit tantrum begitu dia mencabut kartu dari Tia dan mendapat kartu itu...hebohlah kita! Dia menolak melanjutkan permainan...(tanpa berhenti menangis)
hehehe...satu sisi, lucu juga melihat dia seperti itu.
Aku pikir itu karena kita menerapkan peraturan "bersalah" pada saat memegang kartu tertentu. Seharusnya kita bermain sesuatu yang bersifat kompetisi dibanding melekatkan sebuah objek yang akan membuat anak merasa jadi "pecundang".
Mungkin untuk anak seusianya...Shasy belum bisa menanggung rasa itu
The feeling of humiliation
the feeling of loosing
the feeling of embarrasement
Sebentar...apakah perasaan ini harus kita ajarkan kepada mereka?
Apa ini merupakan salah satu "kecakapan hidup"?
Kalau iya...gimana cara mengajarkannya ya tanpa membuat mereka menjadi tantrum?
Komentar