Keajaiban hati anak-anak
Susah mencari judul yang pas buat tulisan yang ini...karena memang tulisan ga akan sama dengan visualisasi yang aku punya...anyway...
Sabtu malam lepas jam 10malam,perjalanan dari Pagelaran menuju Arimbi...aku dan Tia duduk di depan Avanza sedang berbincang. Kika karena lelah tidur di jok belakang,Shasi menuju lelah dan tidur duduk di bagian tengah mobil.
Kika memang sedang batuk, jadi sepanjang perjalanan dia batuk2...sampai disekitaran pejagalan baru,dia kami tawari minum. Shasy membantu menyampaikan botol dari Tia ke bangku belakang.
Lepas Jogja,Shasy yang mulai lelah sudah membaringkan badan di jok tengah dan tidak terdengar suaranya. Kika sepertinya tidur hanya diselingi batuk2 kecilnya.
Disekitar komp.Duta Kencana Kika terbangun karena batuk dengan keras dan lama...tanpa kita sempat bereaksi apapun,Shasy tiba2 meloncat dengan spontan, meraih botol minum,lalu menyerahkannya ke Kika sambil berkata
"nih teteh, minum dulu supaya batuknya hilang".
Dia menunggu sampai kakaknya selesai minum,lalu membantu menyimpan botol minum di tempatnya lagi.
Kami berdua terkaget2 melongo melihat adegan dialog spontan itu. Butuh sekian detik bagi kami untuk bisa berkata-kata...
Kalau boleh jujur, mungkin kami bisa menangis melihat 'kemesraan' adik terhadap kakaknya seperti itu...dan kami berucap Alhamdulillah sudah diberikan amanah anak2 yang sangat manis seperti mereka...diberikan kemampuan untuk membimbing mereka...
dan sampai sekarangpun aku masih terharu.
Sabtu malam lepas jam 10malam,perjalanan dari Pagelaran menuju Arimbi...aku dan Tia duduk di depan Avanza sedang berbincang. Kika karena lelah tidur di jok belakang,Shasi menuju lelah dan tidur duduk di bagian tengah mobil.
Kika memang sedang batuk, jadi sepanjang perjalanan dia batuk2...sampai disekitaran pejagalan baru,dia kami tawari minum. Shasy membantu menyampaikan botol dari Tia ke bangku belakang.
Lepas Jogja,Shasy yang mulai lelah sudah membaringkan badan di jok tengah dan tidak terdengar suaranya. Kika sepertinya tidur hanya diselingi batuk2 kecilnya.
Disekitar komp.Duta Kencana Kika terbangun karena batuk dengan keras dan lama...tanpa kita sempat bereaksi apapun,Shasy tiba2 meloncat dengan spontan, meraih botol minum,lalu menyerahkannya ke Kika sambil berkata
"nih teteh, minum dulu supaya batuknya hilang".
Dia menunggu sampai kakaknya selesai minum,lalu membantu menyimpan botol minum di tempatnya lagi.
Kami berdua terkaget2 melongo melihat adegan dialog spontan itu. Butuh sekian detik bagi kami untuk bisa berkata-kata...
Kalau boleh jujur, mungkin kami bisa menangis melihat 'kemesraan' adik terhadap kakaknya seperti itu...dan kami berucap Alhamdulillah sudah diberikan amanah anak2 yang sangat manis seperti mereka...diberikan kemampuan untuk membimbing mereka...
dan sampai sekarangpun aku masih terharu.
Komentar