aku...seorang 'Apa'
memang ternyata butuh pengorbanan luar biasa untuk bekerja commuter.
sebagian merasa tidak mengapa,tapi buat seorang 'Apa' jelas membutuhkan timbangan rasa yang luar biasa...
beberapa saat lalu Raiqa ditanya oleh kawan kami mengenai Ayahnya
Jawabannya cukup spontan dengan mengatakan 'ayahnya pergi subuh dan pulang malam'
Kondisi itu terjadi saat Kika sedang ada acara bersama teman sekelasnya di sebuah resto Pizza. Duh gusti, tanpa sadar ternyata torehan di hati cukup dalam mendengar cerita dari Tia itu. Ternyata Kika memperhatikan sampai sejauh itu (dan dia tidak mengacuhkan ketiadaan Apa-nya)...luar biasa anak kami ini.
Tia dan aku memang memiliki persepsi yang sama tentang Kika.Dan dia tidak berhenti membuat kita berdua kagum.
Beberapa hari setelah itu,dan aku makin jarang bertemu dia saat pulang kerjam, aku pulang dari kerja saat sudah lewat waktu tidurnya.
Saat hendak minum dan mencari gelas,ternyata gelasku ada di meja makan lengkap dengan sebuah baki berisi sepotong kecil pizza dan kue dadar gulung. Diatas tempat kue ditutup tudung sajinya ada notes kecil. Tulisan Kika yang isinya langsung membuat hati gerimis dengan air bangga,...dia menyiapkan penganan dan air minum untuk ayahhnya yang pulang kerja!
Anaknya sendiri sudah lelap bersama koleksi bonekanya.
Ga tahan menahan rasa...kudatangi Raika.
Anakku,semoga kecupan Apa diKeningmu,airmata bangga bangga yang terhempas bersama kibasan rambutmu,serta peluk yang bercampur dengan bau khasmu...bisa menunjukkan betapa kami...AKU sayang padamu.
Tetaplah menjadi kebanggaan kami dan agamamu,nak.
sebagian merasa tidak mengapa,tapi buat seorang 'Apa' jelas membutuhkan timbangan rasa yang luar biasa...
beberapa saat lalu Raiqa ditanya oleh kawan kami mengenai Ayahnya
Jawabannya cukup spontan dengan mengatakan 'ayahnya pergi subuh dan pulang malam'
Kondisi itu terjadi saat Kika sedang ada acara bersama teman sekelasnya di sebuah resto Pizza. Duh gusti, tanpa sadar ternyata torehan di hati cukup dalam mendengar cerita dari Tia itu. Ternyata Kika memperhatikan sampai sejauh itu (dan dia tidak mengacuhkan ketiadaan Apa-nya)...luar biasa anak kami ini.
Tia dan aku memang memiliki persepsi yang sama tentang Kika.Dan dia tidak berhenti membuat kita berdua kagum.
Beberapa hari setelah itu,dan aku makin jarang bertemu dia saat pulang kerjam, aku pulang dari kerja saat sudah lewat waktu tidurnya.
Saat hendak minum dan mencari gelas,ternyata gelasku ada di meja makan lengkap dengan sebuah baki berisi sepotong kecil pizza dan kue dadar gulung. Diatas tempat kue ditutup tudung sajinya ada notes kecil. Tulisan Kika yang isinya langsung membuat hati gerimis dengan air bangga,...dia menyiapkan penganan dan air minum untuk ayahhnya yang pulang kerja!
Anaknya sendiri sudah lelap bersama koleksi bonekanya.
Ga tahan menahan rasa...kudatangi Raika.
Anakku,semoga kecupan Apa diKeningmu,airmata bangga bangga yang terhempas bersama kibasan rambutmu,serta peluk yang bercampur dengan bau khasmu...bisa menunjukkan betapa kami...AKU sayang padamu.
Tetaplah menjadi kebanggaan kami dan agamamu,nak.
Komentar