emansipasi?

well i do have to make one things straight before making any writing...i am NOT anti-female, chauvinist,person...it's just merely a thought that freely flow on me

===
Why do we have a female train?
turns out buatku ini menjadi tidak adil bagi kaum lelaki. Gerbong wanita diciptakan bagi kaum wanita agar mereka lebih "terlindungi dan aman" dari tindak perilaku improper behavior dr kaum lelaki, lts say sexual harrasement.
Ini gue setuju.

Yang gw ga setuju kalau petugas kemudian terlalu mengkultuskan gerbong ini bahkan saat kondisi tidak memungkinkan.
1. ada wanita yg lebih memilih mencari tempt duduk bahka di gerbong yg bersebelahan dgn gerbong wanita, walau di gerbong wanita masih kosong. Well...ok,kalau tidak duduk...tp kerap juga masih ada duduk pun mereka mncari di gerbong lain karena berbagai alasan.
Adakah kaum pria bisa melakukan hal yg sama?

2. Ada semacam kebiasaan wanita yg menghadap menghiba (maaf kata2ku) didepan laki2 yang sedang duduk dgn harapan diberikan seat. Adapula yg langsung bicara frankly.
Can we man do it to woman reversebly?

3. Bangku khusus prioritas kerap digunakan oleh wanita muda dengan berbagai alasan. watch..."wanita muda sehat".

Kenapa gue nulis ini?...satu saat pernah seorang lelaki tua kawanku yg berdiri di sambungan gerbong 1-2 kereta selepas cilebut,mencoba dudk sejenak sblm masuk stasiun bogor, petugas kemudian menegur "maaf pak..."
for God sake...gerbong itu setengah kosong, tidak ada wanita dalam radius 3meter dr lelaki itu.

Pak petugas kaku sekali menjalankan tugas ya?
or do we all have to?

Gw bukan pembenci kaum hawa...hanya saja terkadang gw merasa mereka kerap menggunakan alasan "kelemahan" untuk mendapatkan sesuatu yg lebih. Kalau memang emansipasi mau ditegakkan, harusnya pria dan wanita punya hak yg sama untuk dudk di kereta tanp pria merasa bersalah mbiarkan wanita berdiri.
Can we do it?
Secara kultur itu ga diterima...

well...what d you have to say? ends up with nothing

Komentar

Unknown mengatakan…
just curious.... kaum laki2 pernah merasakan nyeri haid, hamil, atau melahirkan? kalo pernah saya yakin mereka tidak akan masuk kerja selama haid, selama kehamilan, atau minta cuti melahirkan 1 tahun instead of 3 bulan.

dengan demikian, apakah masih salah kalo kami minta penghargaan anda sebagai kaum laki2 dengan "hanya" memberikan jatah kursi anda di kereta?
Jaka mengatakan…
well...very true
saya pun punya ibu dan istri, juga dua orang anak perempuan...but thats not the point of the writing.
Aku cuma mengatakan bahwa "ada beberapa orang perempuan" yang mempergunakan privilage ini dengan tidak semestinya.
Aku ga masalah memberikan orang hamil duduk.
Aku cuma kasihan kalo ada lelaki yang semestinya entitle untuk duduk, tapi terberanguskan haknya demi melihat wanita sehat "meminta duduk"
Menyebalkan melihat "oknum2" seperti mereka