BC Discussion-Komitmen &Koneksi

Tulisan ini dihimpun dari beberapa diskusi yang terserak diantara saya dan Bang Cokie dalam beberapa bulan terakhir ini.
Dan saya berupaya sebisa mungkin merangkumnya dalam tulisan yang mudah dicerna, karena saya melihat kebenaran dan logika yang sangat mudah dimengerti dalam diskusi itu.
Utamanya karena saya ingin mengingatnya aja, jadi ingin dirangkum aja
======
Komitmen dan koneksi adalah dua hal yang dibahas secara intensif dalam beberapa bulan terakhir...bahkan dalam meeting dengan the whole team of HC.

Berhubungan dengan satu pihak awalnya membutuhkan sebuah komitmen lebih dibandingkan dengan koneksi.
Komitmen itu berkaitan dengan kerelaan untuk menyerahkan diri dengan kerelaan, penuh kesadaran, dan membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit.
Beberapa contoh komitmen termasuk diantaranya (contoh yang paling mudah dilihat adalah) pernikahan.

Menikah awalnya membutuhkan komitmen lebih dibanding koneksi,nkarena walaupun banyak yang menafsirkan bahwa perlu terkoneksi sebelum menikah, sebetulnya menikah lebih membutuhkan komitmen untuk menyerahkan diri, mengikhlaskan diri, memberikan diri seutuhnya untuk pasangan. Kerelaan ini yang kadang tertutup oleh euphoria awal pernikahan.
Komitmen mensyaratkan kita untuk memberi
Mensyaratkan kita untuk memberikan waktu, merelakan apa yang kita suka untuk pihak lain.

Dengan konsep ini, antara menikah dan berkomitmen dalam bekerja di sebuah perusahaan sama sama mensyaratkan kerelaan untuk memberikan yang terbaik bagi pasangan dan perusahaan, kerelaan mengikuti rules atau aturan yang berlaku dalam perusahaan dan pernikahan...ini semua ditandai dengan sebuah surat kontrak kerja atau surat nikah.

Komitmen hanyalah sebuah cara yang diperlukan untuk mempertahankan sebuah hubungan.
Tanpa komitmen, akan sulit bagi pasangan untuk mempertahankan pernikahan sama halnya seperti pegawai dan perusahaan berkomitmen untuk mengikat diri dalam mengusahakan sebuah objektif pekerjaan.
Untuk sukses?,...belum tentu. Ada hal lain yang diperlukan

Koneksi.
Now waait a minute...we're not talking about that kind of connection.
Sama seperti permainan bola sepak, jika sudah ada koneksi atau chemistry yang terbangun antara pemain, akan sangat mudah untuk bermain sebagai sebuah team. Akan sangat mudah untuk mengumpan kemanapun karena pemain depan sudah tahu kemana bola akan dioper.
Akan sangat mudah bagi seorang suami memahami perilaku istri yang sedang not in the mood lalu diajak melakukan hal lain yang menyenangkan istrinya.
Demikian juga saat seorang pimpinan akan memutuskan siapa yang akan dipromosikan (karena dia berfikir dia sudah tau siapa yang akan lebih sukses). Bayangkan jika anda diminta untuk mempromosikan seseorang yang anda tidak kenal. Apakah anda yakin?

So we need the commitment and the connection to success.

Komitmen.
...sapa rekan dan atasan anda dengan sapaan yang personal dan tulus
...ajaklah atasan dan bawahan anda untuk sesekali makan siang bersama anda
...pernah terfikir untuk membelikan buah tangan untuk atasan/bawahan sekembalinya anda dari tugas luar kota
...bertahanlah disaat saat sulit bersama atasan/bawahan anda, sabar dan lakukanlah yang terbaik.

Saya masih membutuhkan waktu berfikir untuk mencari apa yang harus saya tulis berkaitan dengan Koneksi.
Pencerahan ini tidak datang dalam waktu yang singkat nampaknya.

-limabelas menit menulis-
Papandayan 1, 12okt2014,20:48pm

Komentar