Diam dalam senyap
menjelang terlelap, 16 Oktober 2014
Nampaknyua ini akan menjadi salah satu dari sekian tulisan yang diciptakan hanya dalam hitungan menit.
Karena semuanya sudah menunggu untuk dimuntahkan keluar.
Anyway,
saya menikmati diam dalam senyap.
karena saya merasa tidak ada yang dapat saya lakukan jika saya tetap bersuara.
Hak saya untuk memberikan getaran pita suara ini seakan terserabut bersama keengganan dan bertubi hajaran kata yang saya terima.
malas rasanya menerima muntahan emosi lain bahkan hanya untuk sekedar mengucap sesuatu yang sederhana.
Saya menikmati diam dalam senyap.
karena saya akan lebih banyak mendengar, walau bukan itu maksud awalnya.
Semata karena saya tidak bisa menanggung beban rasa yang demikian membuncah untuk dikeluarkan dalam alunan kata kata "indah" yang akhirnya akan melukai.
akhirnya saya diam
saya menikmati diam dalam senyap
karena limpahan rasa di sosial mediapun akan sangat vulgar dan tak pantas.
Beruntunglah saya yang memiliki akun ini sehingga saya masih bisa bersuara tanpa didengar, dan akan sangat mungkin tidak didengar.
saya bukan selebritis yang akan dikejar demi publisitas, dan saya yakin tidak ada yang tertarik dengan tulisan kacangan macam ini.
Lelaki 37 tahu kok menulis cengeng macam novel murahan.
saya menikmati diam dalam senyap
karena saya amat menikmati bagaimana alunan dan hentakan keyboard ini bisa mengejawantahkan rasa, seakan saya menikmati sebuah samsak tinju yang meluapkan emosi. Kayaknya bagus juga untuk dicoba saya punya sebuah samsak tinju ya? gimana?
saya menikmati ini karena saya perlu untuk bisa meluangkan air meluap yang tertuang dari hati...ketimbang saya memutuskan untuk maki maki ditempat lain.
Entah kapan saya bisa berbicara dengan bebas, makan dengan nyaman tanpa dipengaruhi sindiran akan decak mulut yang mengganggu, pegangan sendok yang terlihat tidak pantas, atau komentar sekitar makan yang tidak beretika...saya sungguh menikmati makan ala warung tegal. saya nampaknya akan juga akan menikmati bagaimana saya bisa membersihkan rumah tanpa perlu sembunyi2 khawatir disindir, mencuci piring tanpa takut ini dan itu...semua itu karena saya suka, bukan karena saya ingin menyindir.
Kata diatas harus saya ganti sepertinya...bukan entah kapan...tapi entah seberapa sering lagi.
Saya tidak mau menghapus tulisan karena ini akan menjadi semacam ukiran di pohon yang akan terbawa dewasa.
Biarlah
saya menikmati diam dalam senyap.
karena saya tidak ingin membalas celaan emosi bernada sarkas tentang bagaimana tingkat pendidikan saya yang lebih rendah.
tak usahlah ditulis dibanding siapa...jengah saya untuk sekedar menulis siapa.
sekedar dirasa dan diraba saja.
Sayapun akan lupa dalam kurun waktu beberapa saat setelah ini hahahha
saya menikmati diam dalam senyap
bukan karena saya pujangga kata yang ahli balik mencela.
tapi karena saya ingin memberikan hormat dan jura.
Saya menjura
karena saya tahu saya kurang berterimakasih padanya
Jaka
Komentar