Selingkuh
Nah...judulnya saja sudah cukup untuk mengundang banyak sekali komentar.
Sebelum kita (kita?...gue kali hahahaha) mulai bicara dan menulis lebih banyak mengenai kata yangmenuai banyak sekali senyum,cnda, tawa sekaligus derita,nestapa,dan kehancuran...kenapa sih musti menulis tentang Selingkuh?
Bukan kok, ini bukan ajang curhatan tapi lebih kepada apa yang pernah aku tulis di facebook beberapa jam lalu
Betapa banyak masalah yang hatus dihadapi justru saat kita sangat bergantung pada teknologi. Sesuatu yang supposedly seharusnya menolong malah menjadi sumber konflik yang mengancam tanpa disadari. Ini sumber bahaya laten baru.
Sama seperti saat kita berpaling dari ekonomi kerakyatan menuju ekonomi kapitalis, kemudahan akses, kemudahan akan teknologi dan penguasaan materi yang berlebihan membuat unsur kerakyatan dan kemanusiaan semakin terkikis as the day goes by.
Teknologi gadget beserta ekosistemnya tanpa kita sadari makin membuat kita bergantung padanya, mrlupakan banyak sekali aspek kemanusiaan, nilai kehidupan,bahkan kalau ga kita cegah satu saat akan menghapus jatidiri seorang manusia as a human being.
Kita lihat aplikasinya dalam keseharian yuk.
Bangun pagi ditolong dengan aplikasi alarm di ponsel (entah berapa banyak yg masih pake weker klasik). Pada saat berdering,bangun dengan segera, mertaih ponsel dan kadfang malah dilanjutkan dengan melihat apakah ada miscall,pesan,atau bahkan langsung membuka akun sosmed.
Seorang ibu akan lanjut membuat sarapan kreatif hasil browsing hari sebelumnya, seorang suami setelah mandi dan bersiap akan melihat kalender yang berkaitan jadual kantor atau membaca hasil pertandingan sepakbola via ponsel/tablet. Anak2 juga bersiap sekolah dan semua anggota keluarga bersiap sarapan bersama. Semua dilakukan dirumah yang terkoneksi oleh jaringan wireless.
Sesaat sebelum beranghkat keluar rumah si anak memeriksa status akun sosmednya, kalau2 ada temannya yang ulangtahun atau sekedar memeriksa gosip terbaru di grup chat.
============== terpotong waktu boarding GA315SUB-CGK=============
Onboard GA184CGK-KNO
Saya sudah lupa akan menulis apa, semuanya meguap dalam hitungan hari setelah mendarat dari Surabaya ditimpa segala rutinitas.
Intinya adalah betapa kita sangat tergantung dengan teknologi yang kita jumpai sehari hari.
Ketergantungan ini bahkan menjadi fktor yang mensenjangkan kita dengan manusia, melawan kodrati sebagai mahluk sosial.
Saya dan istri beberapa kali berdiskusi betapa sakit dan miris melihat sebuah keluarga meluangkan waktu makan bersama di sebuah restoran, tapi yang mereka lakukan tak lebih hanya duduk bersama minim interaksi. Kebanyakan sibuk dengan gadget, entah itu bermain game, update status sosmed, atau bahkan lebih parah lagi sambil melakukan pekerjaan ( yang oleh sebagian orang disebut sebagai smart working).
Jika sudah sebegitunya, kadang bersyukurlah jika dikaruniai pemadaman listrik disaat semua gadget habis batrei.
Hahahaha...mati gaya.
Sudahlah,
Yang pasti selalu luangkanlah waktu untuk keluarga anda...karena merekalah anda exist dan hidup.
Salaam.
(15minutes to KNO,over NorthSumatera)
Komentar