My Daughters and their changes...


God Almighty..

Ga kerasa sudah 5 tahun pernikahan berjalan, with its up and down
Buah cinta kita sudah akan berusia 5 tahun pula tahun ini, ditambah satu yang baru genap 3 tahun.
Waktu membuat keduanya berubah dalam banyak hal, physical and emotional

Raiqa
Anak pertama kita ini tumbuh menjadi seseorang yang highly intelligent.
Memang tanda tanda ini sudah nampak sejak dia berusia dini...Raiqa adalah seorang anak pemikir yang selalu mengaitkan "reason" dibalik setiap kejadian dengan "akibatnya".
Raiqa adalah Sponge yang menyerap dengan cepat apapun yang diminatinya dan diperhatikannya
Janganlah heran jika dia tampak diam termenung tak berkata apapun saat dia memperhatikan sesuatu, atau saat kita sedang berbicara dengannya...pada saat itu "recorder" dalam keajaiban bernama otaknya sedang bekerja memproses dan merekam.
Apapun kejadiannya bisa menstimulasi otaknya untuk bekerja.

Dengan Raiqa kita tidak bisa hanya memerintah tanpa alasan yang jelas.
Tadi malam contohnya...
Raiqa susah diminta untuk makan karena sedang asyik bermain (atau sedang merajuk)
Kami ceritakan tentang mobil yang harus diisi bahan bakar supaya bisa berjalan
Kami tunjuk mobil (Inova milik Aki-Enin yang kebetulan terlihat dari ruang makan) dan kami beritahu...

"ingat tidak waktu Apa isi bensin mobil?", ujar kami.
"kira-kira kenapa kita harus beli bensin buat mobil itu ya?", "mungkin karena supaya mobilnya bisa jalan dan kita bisa pakai mobil jalan-jalan."


Raiqa diam dan melihat kami...belum menyentuh makanannya

"Tahu tidak wortel itu mengandung vitamin A yang baik buat mata.Supaya mata tidak rabun dan bisa melihat jelas. Gimana kalo kita ga bisa melihat ya?"

Raiqa melihat wortel dan mulai makan wortel...tapi hanya wortelnya saja
Ia makan dengan cepat hampir semua wortel di piringnya

"Nasi juga mengandung karbohidrat. Kita perlu karbohidrat supaya bisa tumbuh. Kika mau badannya kecil terus?"

Dia mulai membuka mulutnya saat disuapi nasi-jagung kecil-wortel.

Itulah sekelumit cerita bagaimana dia berfikir.
Dengan Kika kita harus memaparkan alasan jelas karena dia memprosesnya secara ilmiah.

Semoga Allah memberikan kami kesabaran untuk bisa melakukannya dengan baik...karena tak jarang disela aktivitas yang menumpuk kerap kami suka memperlakukannya tanpa memperhatikan hal itu.
Kami suka memerintah dan meminta dengan otoritas sebagai orang tua tanpa menyebutkan alasan.

Semoga Allah memberikan pengertian pada kami bahwa terkadang Kika juga ingin diperlakukan sebagai anak kecil yang kadang ingin dimanja...yang ingin diperlakukan tanpa ekspektasi berlebihan tentang logika dan keberfikirannya.



Raisha
Yang satu ini berbeda dengan Kika. Mereka berdua saling melengkapi satu dengan lainnya.
Raisha lebih motorik dibanding Raiqa.
Bermain sepeda, memanjat teralis, berdansa, mimik muka, memegang pensil, mewarnai, ...banyak lagi
Dengan Shasy bicara terkadang lebih mudah, karena penggunaan "otoritas" sebagai orang tua sering berhasil.
Semoga Allah mengampuni jika kami salah...kerap kami tak adil memberikan Shasy banyak perintah. Kadang tanpa memberikan kesempatan baginya untuk berfikir.
Kami juga kerap lebih memperhatikan dia dibanding Raiqa...karena kami beranggapan Kika sudah bisa memproses masalah sendiri. Kami beranggapan Shasy lebih "lucu" dengan gerak geriknya...sedangkan Kika lebih "lucu" dengan segala keajaiban otaknya...sehingga kami lebih sering terkesima dengan kelucuan fisiknya.

Shasy memang menggemaskan
Gerak mata, mulut, gaya bicara, tariannya, kerap membuat kita terpingkal
Bahkan gaya tidurnya yang freestyle dan dengan gaya favoritnya tidur tengkurap diatas guling...itu semua mengundang tawa.

===

Semoga Allah memberikan kami kesabaran dan kemampuan dalam membesarkan titipanNya

Komentar