Raiqa...and herself
Melihat Kika sekarang sama seperti melihat ibunya.
Gue sih selalu berpendapat ga ada yang dibuang dari Kika...hehehe
Ngambek
Kalo sedang ngambek, Kika ga mau ditanya dulu...pendekatannya ga bisa frontal (boys! remember this if you want to get close to her). Seharusnya dibiarkan aja dulu beberapa saat sampai mereda dengan sendirinya.
Kalau langsung dihadapai (kalau ga sabaran), dia pasti langsung nolak.
Kalau sudah rada anteng, dekati dia...
Jangan langsung ditanya "Kenapa"...tapi dekati dengan pertanyaan lain dulu (basa-basi lah)
Inget2 aja, Kika itu orang yang sangat logis...pendekatannya ga cukup dengan "hati" walau dia itu perempuan.
Apa yang dikatakan padanya harus bisa dicerna dengan otak, dikaitkan dengan logika berfikir yang sistematis dan terstruktur (riweuh heuy...)
Mendengar
Diakui atau ngga...cara Kika mendengar dan menyimak sesuatu sepertinya lebih mirip bapaknya deh...Dia ga terlalu bisa multitasking. Makanya ibunya kerap kesel kalo dia tidak "menyimak" apa yang dikatakannya saat Kika sedang melakukan aktivitas lain.
Yeah well...this comes from me
Berbicara
Cara Kika berbicara juga luar biasa...Allah menganugerahkan dia kemampuan analitis yang hebat! sehingga dia kerap jarang bicara tapi lebih sering mengamati dan ...MEREKAMnya dalam otak. Subhanallah!
Daya talarnya yang tinggi belakangan lebih terdengar dalam ungkapan2 verbalnya.
Gue mungkin hanya orang tua yang exaggerating aja sih...tapi itu ga mengurangi kekaguman gue terhadap ciptaan Allah ini.
Dan ya...determinasinya sangat tinggi...seperti juga Tia.
Ini juga yang yang menurut gue membuat Kika ga terlalu bisa berinteraksi baik dengan rekan sebaya atau yang dibawah usianya. Karena dia begitu mendominasi.
Belum lengkap apa yang gue bisa tulis tentang seorang Raiqa...tapi itu saja dulu lah
Merangkum kekaguman gue
Gue sih selalu berpendapat ga ada yang dibuang dari Kika...hehehe
Ngambek
Kalo sedang ngambek, Kika ga mau ditanya dulu...pendekatannya ga bisa frontal (boys! remember this if you want to get close to her). Seharusnya dibiarkan aja dulu beberapa saat sampai mereda dengan sendirinya.
Kalau langsung dihadapai (kalau ga sabaran), dia pasti langsung nolak.
Kalau sudah rada anteng, dekati dia...
Jangan langsung ditanya "Kenapa"...tapi dekati dengan pertanyaan lain dulu (basa-basi lah)
Inget2 aja, Kika itu orang yang sangat logis...pendekatannya ga cukup dengan "hati" walau dia itu perempuan.
Apa yang dikatakan padanya harus bisa dicerna dengan otak, dikaitkan dengan logika berfikir yang sistematis dan terstruktur (riweuh heuy...)
Mendengar
Diakui atau ngga...cara Kika mendengar dan menyimak sesuatu sepertinya lebih mirip bapaknya deh...Dia ga terlalu bisa multitasking. Makanya ibunya kerap kesel kalo dia tidak "menyimak" apa yang dikatakannya saat Kika sedang melakukan aktivitas lain.
Yeah well...this comes from me
Berbicara
Cara Kika berbicara juga luar biasa...Allah menganugerahkan dia kemampuan analitis yang hebat! sehingga dia kerap jarang bicara tapi lebih sering mengamati dan ...MEREKAMnya dalam otak. Subhanallah!
Daya talarnya yang tinggi belakangan lebih terdengar dalam ungkapan2 verbalnya.
Gue mungkin hanya orang tua yang exaggerating aja sih...tapi itu ga mengurangi kekaguman gue terhadap ciptaan Allah ini.
Dan ya...determinasinya sangat tinggi...seperti juga Tia.
Ini juga yang yang menurut gue membuat Kika ga terlalu bisa berinteraksi baik dengan rekan sebaya atau yang dibawah usianya. Karena dia begitu mendominasi.
Belum lengkap apa yang gue bisa tulis tentang seorang Raiqa...tapi itu saja dulu lah
Merangkum kekaguman gue
Komentar